berita

Wooww, Banyak Pengusaha Indonesia Bangun Pabrik di China..!!

Agenda kerja 100 hari Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) memprioritaskan empat program, di antaranya memangkas birokrasi bisnis dinilai terlambat oleh kalangan pengusaha muda Indonesia.

Ketua BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Erwin Aksa, menyatakan keterlambatan itu lantaran sudah terbuka bebasnya perdagangan mulai 2010 seperti ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA). Birokrasi bisnis itu, katanya, bukan hanya perizinan memulai bisnis melainkan banyaknya aturan berbelit di tiap departemen.

“Sekarang ini banyak pengusaha Indonesia bikin pabrik di China karena diberi kemudahan kredit dari pemerintah China, selanjutnya produk tadi diekspor kembali ke Indonesia,” ujarnya saat dihubungi wartawan di kantornya, Senin (25/1) siang.

Misalnya saja, kata Erwin, salah satu distributor peralatan bengkel (tools) di Indonesia itu pabriknya ada di China. Hasil impor dari pabrik China itu bahkan dilabeli buatan Indonesia. Semua ini karena minimnya dukungan kebijakan pemerintah dalam bidang usaha. Mulai suku bunga bank yang kompetitif, perbaikan infrastruktur dunia usaha yang kondusif, hingga kebijakan pengawasan keluar masuknya ekspor-impor dari/ke Indonesia.

Untuk itu pemerintah harus negosiasi ulang (kebijakan) nota kesepahaman (MoU) ACFTA disamping diperketatnya pengawasan asal usul barang yang masuk. Dengan demikian persaingan berjalan fair. Kalau sebatas memangkas birokrasi, itu sudah terlambat.

Kapuspen Depdagri Saut Situmorang mengatakan berbagai pemangkasan perizinan sudah dimulai. Semua itu untuk mempermudah dan mendorong iklim usaha di tanah air.“Dalam tempo 100 hari kerja, terjadi penyederhanaan izin yang luar biasa. Misalnya saja dari waktu urus 60 hari kerja dihemat menjadi 17 hari kerja. Ini sebuah prestasi gemilang,” katanya,

Mendagri Gemawan Fauzi menyebutkan bahwa pemangkasan birokrasi sesuai kesepakatan dengan empat kementerian di antaranya Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Pertanahan.

Namun begitu, diakuinya, pemangkasan birokrasi tersebut masih sebatas memulai izin usaha. “Rencananya dilanjutkan meninjau ulang sejumlah kebijakan untuk membuat kondusif dunia usaha Indonesia menghadapi perdagangan bebas dunia dimulai ACFTA,” tegasnya. poskota

Apa yang salah dengan INDONESIA seeehh??? Apa konsumen disini Caina minded? Beli barang asal ada tulisan “made in caina” nya? Ah, ternyata itu juga buatan orang INDONESIA juga. Cintailah ploduk – ploduk dalam negeli..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s