politik

Menguak Tragedi Microphone Mati Dalam Sidang Paripurna

Matinya mikrofon saat sidang paripurna tentang pembacaan hasil Pansus Hak Angket Bank Century, Selasa (2/3/2010) kemarin, menyulut terjadinya pertengkaran antara anggota dewan. Ternyata, mikrofon bisa dimatikan secara sentral dari tempat duduk ketua DPR.

“Khusus mikrofon di depan ketua DPR ada panel khusus yang bisa mematikan mikrofon,” ujar salah seorang staf DPR kepada detikcom, di ruang Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2010).

Keberadaan panel tersebut di meja ketua DPR, bisa digunaka jika terjadi keadaan mendesak atau jika terjadi kericuhan saat persidangan berlangsung. “Itu sudah dipakai saaat zaman Pak Agung Laksono,” katanya.

Untuk mengantisipasi matinya mikrofon secara mendadak seperti pada sidang paripurna kemarin, beberapa anggota staf DPR mengecek setiap mikrofon yang berada di ruang Nusantara II.

Sebelumnya, Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan jika mikrofon menyala lebih dari 4 unit, maka sistem mikrofon akan mati otomatis. Sementara sejumlah anggota DPR mendesak Sekjen DPR Nining Indra Saleh diganti menyusul insiden matinya mikrofon. Nining dinilai tidak profesional dalam mempersiapkan peralatan dan perlengkapan sidang paripurna. detik

oalah, pak Zuki ternyata yang matiin mic nya gan 😆 mungkin ketua DPR ini ngerangkep jadi operator sekaligus tehnisi kaleee yak gan 😆

Terkait :

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s