berita · dewasa

Di Surabaya Sex Toys Banyak Di Gemari Kaum Perempuan

Para ibu dan mahasiswa di Surabaya disebut paling banyak menggemari alat peraga atau boneka seks (sex toys) untuk menyalurkan tekanan syahwatnya.
Sinyalemen itu terungkap setelah anggota Reserse Kriminal (Reskrim) Idik V (bidang Ekonomi) Polwiltabes Surabaya merazia sebuah diler sex toys di kawasan Jemursari, Surabaya.

Toko milik Taufiqur Rohman Yunus, 21, asal Ngawen, Kecamatan Wedung, Demak, Jateng, itu digerebek Kepala Unit (Kanit) Idik V, AKP Hendri Umar dan anak buahnya, Senin (15/3), karena tidak memiliki izin untuk mengedarkan alat peraga atau bonek seks. Selain itu, tersangka juga menjual beraneka macam obat kuat, juga tanpa dilengkapi izin dari Departemen Kesehatan (Depkes).

Barang bukti yang disita polisi antara lain obat-obatan penguat seks Viagra China sebanyak 24 pak (setiap pak berisi 4 biji), Cialis 6 butir, Viagra USA 14 butir, serta krim Azala (juga penguat seks) sebanyak 4 butir. Selain itu, juga ada obat perangsang 2 pak, minyak penis 9 biji, pengencang payudara (breast up) 11 biji, dan fat loss 10 pak. Sedangkan sex toys yang disita antara lain, ring sebanyak 1 buah, penis tiruan (Mr P) sebanyak 13, vacuum sebanyak 4 buah, vagina tiruan (Mrs V) tiruan 4 unit, kondom berduri 2 pak, kondom duri silikon 7 biji, dan vibrator 7 biji.

Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polwiltabes Surabaya, AKBP Anom Wibowo menjelaskan, tersangka yang diperiksa penyidik mengakui bahwa obat kuat dan sex toys yang dijual tersangka digemari para ibu dan mahasiswa. Para ibu pada umumnya membeli Mr P tiruan, sedangkan para mahasiswa (umumnya lelaki) biasanya menyukai vacuum dan Mrs V tiruan, yang harganya antara Rp 300.000-Rp 500.000 per biji. Saat dioperasikan, alat-alat itu bergetar, yang digerakkan oleh baterai.

“Apakah sex toys itu dipakai sendiri atau dijual lagi, kami belum mengetahui. Kemungkinan ya dipakai sendiri untuk pemuas nafsu,” ujar Anom Wibowo.

Berdasarkan keterangan yang dikorek dari tersangka Taufiqur, cukup banyak mahasiswa yang menjadi pembeli tetap di tokonya. “Jumlahnya dia tidak ingat persis,” kata Anom.

Selain menyukai sex toys, mahasiswa juga banyak yang mengonsumsi obat kuat. Diperkirakan, obat itu dibeli dan dikonsumsi terutama oleh mahasiswa lelaki yang menjadi pekerja seks panggilan atau gigolo.

“Sangat tidak mungkin kalau obat kuat dikonsumsi hanya untuk gagah-gagahan. Mereka kan masih muda, jadi bisa saja dipakai untuk melayani tante-tante yang mau membayarnya,” jelas Anom.

Sedangkan, konsumen sex toys dari kalangan ibu-ibu, kebanyakan adalah mereka yang dilanda kesepian karena sering ditinggal pergi suaminya, atau yang kurang terurus kebutuhan biologisnya oleh sang suami. Tetapi, ada juga di antara konsumen sex toys itu adalah para janda.

Dari kalangan lesbian, kata Anom, juga ada yang meminati sex toys karena di toko tersangka tersedia pula Mr P tiruan yang dilengkapi cangklongan untuk pemasangannya.

Menurut mantan Kasat Pidum Ditreskrim Polda Jatim ini, alat peraga seks dan obat kuat yang dijual secara bebas oleh tersangka tidak berstandar atau memenuhi persyaratan keamanan bagi konsumen. Khasiat atau kemanfaatan dan mutunya juga tak bisa dijamin.

“Peredaran barang-barang seperti ini secara ilegal adalah dampak dari perdagangan bebas. Mungkin tidak hanya alat bantu seks dan obat kuat saja yang masuk Indonesia secara ilegal,” ucapnya.

Sementara itu, tersangka Taufiqur Rohman mengaku ia mendatangkan alat peraga seks dan obat kuat dari Pasar Glodok, Jakarta. Ia mendatangkan setiap minggu sekali dan yang paling laris adalah vacuum, vagina serta penis tiruan.

“Dari setiap alat peraga yang laku, saya mendapatkan keuntungan antara Rp 30.000 sampai Rp 50.000,” kata Taufiqur.

Dia mengaku sudah membuka usaha di kawasan Jemursari selama sekitar enam bulan dan memiliki pelanggan yang cukup banyak. Taufiqur menjual barang-barang dagangannya secara eceran maupun partai.

Kata Anom Wibowo, tersangka dijerat Pasal 196-197, UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Adapun ancaman hukumannya, kalau pelanggaran Pasal 196 adalah 10 tahun penjara; sedangkan Pasal 197 15 tahun penjara.surya

Terkait :

Wooww..Mahasiswi Kediri Suka Alat Pemuas Seks

Kepuasan Seks Wanita Berdasarkan Dari Jenis Kulit Yang Dimiliki

One thought on “Di Surabaya Sex Toys Banyak Di Gemari Kaum Perempuan

  1. Wah.. memang capek degh kalo belanja langsung, mendingan belanja Online disini nih
    Online pake kartu kredit.. aman dan privasi terjaga, harganya juga murah2 kalo dirupiahkan.. 🙂
    Siiip deeeh.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s