serba-serbi

Semakin Ku Mengenangmu, Semakin Dalam Pula Rinduku Padamu

Berdering lagi henpon Adi di sakunya, diliatnya nomer yang terpampang disana, nomer yang tak pernah disave tapi Adi udah apal diluar kepala deretan angkanya.

“ya, gimana dik?”, tanya Adi pada suara di seberang sana. “emmmmm, mas ada waktu gag?”, tanya nya. “waktu buat kapan?”, tanya balik Adi. ” sorean ini yak, gimana mas?”. ” lum tawu, liat ntar ja yak”. “ah, penting mas, lagian aku ada waktunya sore ini juga, keburu dia pulang”. ” mmmmmmmm, OK”, kata Adi.

Sebenernya Adi males ketemu ama Nanda sore itu, terlebih sikap Nanda akhir – akhir ini terkesan tarik ulur perasaan Adi. Meskipun kesempatan untuk memiliki Nanda udah tertutup, namun Adi pengen tetap menjaga hubungannya dengan Nanda, wanita impian Adi yang telah dicarinya selama ini.

Meskipun untuk bertemu atopun mengenang seorang Nanda adalah hal paling menusuk hatinya, butuh kekuatan yang luar biasa menghadapi seorang wanita yang dulu segalanya bagi Adi.

terduduk Adi di kursi malasnya, diambil pula gitar yang selama ini menemani hari – hari sepinya…. mengalun indah lirik – lirik lagu dari bibirnya…

demi masa laluku

yang tlah lukai hatimu

kan ku tebus salahku

untuk hadirkan senyummu ( ’10 )

Meninggalkan Nanda bukanlah suatu keputusan yang mudah, butuh waktu lama untuk memulihkan keutuhan hati dan perasaan, tapi itu untuk kebaikan Nanda dimasa mendatang..

” makase mas bisa luangkan waktu”, sambut Nanda. ” ah, kek ma sapa ajah”, timpal Adi dengan gaya khas nya yang selalu membuat Nanda merindukannya 😆

“gini mas, aku hamil 2 bulan.” ungkap Nanda. “woow, selamat yak dik.. akhirnya…”, balas Adi dengan sebisa mungkin menahan kekecewaan di wajahnya dan berusaha menampilkan wajah sumringah.. ( aahh Adi munapik nih 😆 )

Ditatapnya wanita didepannya itu dengan tajam, hmmmm wanita itu masih saja mampu menyihir Adi dengan segala yang dimilikinya. Tak sedikitpun luncur cinta yang dulu pernah bersemi, dan Adi merasa yakin bahwa wanita dihadapannya pun merasakan hal yang sama….

“seperti janji kita dulu mas, kita tetep saling ngasih kabar sebisa mungkin”, ungkap Nanda. ” yup, dijaga yak kandungannya biar tetep sehat ibu dan calon bayinya”,canda Adi. ” makase mas, kamu gag brubah yak “, bales Nanda sumringah.

Batin Adi perih teriris kabar itu. Seharusnya Adi lah yang bahagia bersanding dengan Nanda, harusnya Adi lah bapak dari anak yang sedang dikandung Nanda. aaahhhhhhhhh, keknya naseb emang udah digariskan demikian kaleeee…

Tak bisa tergambarkan sakit hati Adi melihat suami Nanda, teririsnya hati Adi ketika melihat mereka bersanding, dan betapa hancurnya hati Adi ntar saat melihat anak Nanda… oooohhhhh, sepertinya tak sanggup dweeeehh..

kau yang terindah

hadirlah meski dalam mimpiku

datang dan bawa hatiku disisimu

kau yang terindah

berikan kesempatan untuk ku

kan kuhapus luka hatimu ( ’10 )

Nanda, tak mampu Adi membencinya, apalagi menjauh dan melupakannya.. Karena kalo itu dilakukannya, maka semakin kuatlah keteguhan cinta di hatinya…..

ntar sambung lagi ah, cape ngetik…. 😆

Cerita Lalu :

akhir cinta yang menggelora

4 thoughts on “Semakin Ku Mengenangmu, Semakin Dalam Pula Rinduku Padamu

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s