politik · serba-serbi

Haruskah Hidup Bermewah – Mewahan Di Atas Derita Orang Lain?

Akhir – akhir ini kita disajikan dengan kejadian – kejadian yang mampu menarik perhatian dari berbagai kalangan. Mulai dari maraknya kasus markus, makelar pajak yang sampai menimbun harta bermilyar – milyar gag tawu dah berapa jumlah nol nya tuh dan adegan pernikahan yang mewah dengan menghabiskan dana ber M M juga. Wuiiihhhh, serasa negri ini adalah negri dimana rakyatnya hidup sangat makmur.

Kasus Gayus tambunan ( baca : Inilah Kronologi Penangkapan Si Kaya Raya Dari Golongan IIIA dan Lunasi Pajaknya, Biar Pejabat Yang Menikmatinya ) mampu menyentak sekaligus membuka mata rakyat, bahwa di jaman yang katanya reformasi ini, masih ada juga pihak – pihak berwenang yang menyalahi kewenangan dan jabatannya. Apakah semua pegawai di kantor pajak melakukan hal sama dengan Gayus? Terlalu cepat untuk menggeneralisir semuanya, tapi gag nutup kemungkinan bahwa hal itu bisa ajah terjadi. Katanya ada banyak pejabat yang memiliki rekening dengan jumlah yang bisa membuat mata melotot, tapi juga terkesan lamban dalam pemrosesannya.

Hmmmmm… Apakah kasus ini cuma untuk pengalihan kasus skandal century? Mungkin ajah, coz belakangan ini juga minim kabar dari proses pelaksanaan rekomendasi rapat pansus century. Sampe manakah prosesnya? Gimana dengan pemeriksaan terhadap Bo*diono dan SM? Hayooooo, sapa yang tawu….???

Trus, motif apa sebenernya yang tengah dilakukan oleh S*sno? Apakah dia melakukan ini bener – bener atas penegakan keadilan? Tanpa didasari motif balas dendam, sakit hati, gag dapet bagian / jatah dari Gayus cs? Apa dia digerakkan oleh pihak yang berkepentingan dan mengorbankan Gayus cs guna menutupi ato mengaburkan skandal century? aaahhhhhh, puyeeeeeeeeeeeeeeeng dah…. 😆

Sekarang kita cermati pernikahan dari Ardi Bakrie dan artis Nia ramadhani, yang kabarnya menelan biaya sekiaaaaaaaaaaaaaaannnnnnn Milyar. Bayangkan jika sampeyan menjadi korban dari lumpur Lapindo dan melihat di tipi menyaksikan kemegahan dari pernikahan Ardi – Nia.

Udah ah, cape ngetiknya. Mo nguli lagi nih, buat makan…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s