berita

Inilah Kronologi Penemuan Jenazah Wartawan Kompas

Wartawan Kompas yang juga Kepala Biro Kompas di Kalimantan M Syaifullah ditemukan meninggal dunia di rumah dinasnya. Tubuhnya membiru dengan mulut berbusa. Berikut kronologi penemuan jenazah korban.

Menurut penuturan rekan korban, Wahyu, Senin (26/7/2010), sekitar pukul 07.30 Wita, rekannya dari RCTI, Beny menelepon menanyakan kondisi Syaiful. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 08.00 Wita, istri almarhum juga menghubungi Wahyu.

“Istrinya khawatir, karena biasanya kalau pergi ke luar kota selalu memberi tahu. Nah saat Syaifullah dihubungi istrinya, telepon genggamnya aktif, tetapi tidak ada yang mengangkat,” terang Wahyu.

Akhirnya, Wahyu yang dahulu menjadi kontributor Trans TV dan kini bekerja di perusahaan swasta, lalu mengontak rekannya di SCTV Tri Widodo, untuk bersama-sama mengecek kondisi Syaiful di kontrakan dinasnya di Balikpapan. Istri almarhum tinggal di Banjarmasin.

“Sesampainya di rumah kontrakan sekitar pukul 09.00 Wita, mobil koran ada di halaman, sedang motor ada di garasi. Kunci rumah juga tergantung di pintu,” terang Wahyu yang pernah menumpang bersama Syaiful hingga Maret 2010 lalu.

Dia bersama Tri Widodo tidak berani masuk, hanya melongok saja dari pintu dan dari samping jendela. “Dilihat di kamar tidak ada siapa-siapa, tapi pas dilihat di depan TV, Mas Syaiful sudah terbujur kaku. Tubuhnya membiru dengan busa di mulut,” terangnya.

Karena khawatir terjadi sesuatu, dia bersama Tri lantas memanggil sekuriti perumahan. “Kemudian dipanggil pihak kepolisian. Setelah diperiksa sudah meninggal dibawa ke RS Bhayangkara,” imbuhnya.

Saat menemukan tubuh almarhum, Wahyu dan Tri tidak berani melakukan pertolongan pertama. Juga tidak ada kecurigaan terjadi sesuatu.

“Kunci pintu memang biasa tergantung. Dan di rumah tidak ada barang yang hilang, dompet dan handphone masih ada,” tutupnya.

Seperti dikutip dari Kompas, Syaifullah bergabung ke Kompas tahun 1999. Dia meninggalkan satu istri dan dua anak. Syaifullah atau FUL dikenal sebagai wartawan yang bersemangat, rajin, dan peduli pada lingkungan. Banyak tulisannya yang berisi keprihatinan tentang kerusakan alam di Kalimantan.

Selama menjadi wartawan Kompas, Syaifullah banyak bertugas di wilayah Kalimantan, mulai dari Samarinda, kemudian ke Pontianak, Banjarmasin, lalu menjadi Kepala Biro wilayah Kalimantan dan tinggal di Balikpapan.  Syaifullah merupakan kelahiran Hulu Sungai Selatan, Kalsel, itu merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS).-detik-

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s