serba-serbi

Benarkah Istirahat Siang Akan Di Hilangkan?

KEBIJAKAN menyoal istirahat makan siang di Italia rencananya akan dihapuskan. Untung saja kebijakan ini tidak terjadi di Indonesia. Gianfranco Rotondi, salah seorang menteri di jajaran pemerintahan Italia menyerukan sebuah larangan bagi para pekerja untuk tidak melakukan istirahat makan siang.

Bookmark and Share

Gianfranco menganggap, kebijakan ini dikeluarkan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas di tempat kerja sekaligus mencegah pekerja dari obesitas.

Terlepas dari obesitas atau penurunan produktivitas, siapapun pekerja, dari profesi apapun pasti tidak ingin melewatkan masa rehatnya. Berkumpul dengan kawan-kawan dari departemen lain, bercanda, bertukar cerita dan melepas penat karena beban pekerjaan yang menumpuk. Namun kenyataannya banyak juga para pekerja yang tidak lagi memiliki waktu atau kesempatan untuk istirahat.

Ini diperkuat dengan studi yang pernah dilakukan perusahaan riset Datamonitor. Disebutkan bahwa lebih dari 45 persen pekerja Amerika membawa makan siangnya di meja kerja mereka, dan 20 persennya menyempatkan waktu istirahatnya setiap hari dan sepertiganya tak lagi sempat untuk beristirahat.

Berikut tiga alasan yang mendasari para pekerja tidak lagi memiliki dan membutuhkan waktu istirahat

Gila kerja

Banyak bisnis yang berjalan saat ini makin dimanjakan teknologi Internet. Anda jadi lebih gila kerja karena bekerja semakin mengasyikkan, lagipula sembari menikmati berselancar di dunia maya lewat fasilitas kantor secara gratisan. Tak ayal, inilah yang lantas menjadi penyebab waktu istirahat menjadi terpangkas. Anda lebih memilih larut dalam pekerjaan, duduk tenang di depan komputer sambil selancar gratisan sembari update status di Facebook daripada sekedar meluangkan waktu makan siang di kantin bersama rekan-rekan.

Solusi:

Pintar-pintarlah membagi waktu antara kerja dan istirahat. Jika Anda tidak lagi memiliki waktu untuk istirahat karena beban kerja yang menumpuk, bicarakan dengan atasan untuk memberikan kelonggaran (fleksibilitas) jam makan siang. Tak harus berpatok pada jam makan siang pada umumnya, Anda bisa mengambil waktu senggang di sesela kerja untuk sekedar istirahat, meregangkan otot-otot yang kaku karena kelamaan duduk atau mencari hawa segar sembari berjalan-jalan di seputar kantor setidaknya 10 menit.

Boros

Kita semua tahu istirahat di luar kantor dimana uang makan tidak ditanggung perusahaan membuat keuangan mendadak boros. Anda lalu kewalahan dan kurang bisa mengontrol pengeluaran untuk makan siang. Ditambah lagi, Anda juga tergoda mengonsumsi makanan yang tidak sehat (misal junk food).

Diungkapkan Gianfranco Rotondi, istirahat makan siang selama 1-2 jam sehari hanya akan membawa negara kepada kemerosotan.

“Selain buruk untuk pendapatan maupun untuk keselarasan hari, makan siang yang lama sambil mengkonsumsi makanan yang tidak sehat juga tidak baik bagi kesehatan Anda,” jelas sang menteri.

Saran Gianfranco ini ternyata dikecam serikat kerja dan ahli gizi di sana. Mereka mengatakan, jika orang Italia tidak makan siang, mereka bisa pingsan karena tidak adanya asupan makanan atau minuman bergizi.

“Jika kita melewati makan siang kita berisiko mengalami kurang gula darah di sore hari, yang akan membuat kita sulit untuk bekerja,” tegas Pietro Migliaccio, seorang ahli gizi.

Solusi

Jika ingin tetap sehat dengan cara hemat, Anda bisa mulai dari sekarang menerapkan pola hidup sehat dan hemat, yaitu dengan membawa bekal makan siang dari rumah. Disamping gizinya lebih diperhatikan, kebersihan makanan yang dikonsumsi juga lebih terjaga dan bisa menekan pengeluaran. Membawa bekal sendiri dari rumah juga mencegah Anda dari sifat malas istirahat, karena bekal yang dibawa justru memberi Anda kesempatan untuk bisa meluangkan waktu istirahat dan mengisi perut.

Tekanan atau gosip

Terpikirkah oleh Anda, istirahat dan berkumpul bersama kawan-kawan kerja hanya membuang waktu untuk memperoleh waktu senggang yang berkualitas? Anda merasa, kantin hanyalah tempat kedua setelah meja kerja yang tepat untuk bergosip dan menjelek-jelekkan rekan atau perusahaan. Ini diperkuat dengan sebuah studi pernah dilakukan, bahwa salah satu alasan utama pekerja tidak meninggalkan meja kerjanya karena mereka menghindari gosip murahan.

Solusi

Gandhi pernah berkata “Be the Change You Wish to See in the World (and Workplace!)

Ubahlah dunia (karir Anda) dan jangan pernah biarkan orang lain menekan dan menyurutkan semangat Anda. Apapun alasannya, jam istirahat tetap dibutuhkan. Karena makan siang tidak hanya baik untuk raga, pun bisa menyehatkan jiwa. Tak hanya sekedar mengisi perut dan mendengar omong kosong atau gosip semata. Waktu rehat bisa Anda manfaatkan untuk memperdalam hubungan dengan rekan kerja. Melihat dunia yang tak hanya sebatas kubikel dan meja kerja, membaur bersama rekan-rekan kerja dan dapatkan spirit yang menginspirasi Anda untuk terus bekerja dan berkarya. -suaramerdeka-

ternyata gag di Indonesia Gan😆

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s