Melestarikan Budaya Malu?

Sejak dibangku sekolah paling dasar kita sudah diajarkan untuk mempunyai rasa malu. Tapi bukan berarti minder ya. Rasa malu saat sekolah mungkin digambarkan kalo dapet nilai jelek, malu kepada teman yang nilainya bagus. Malu untuk mencontek, malu untuk berbuat curang, malu kalo sampe brani kepada ortu ato guru. dan masih banyak lagi..

Namun dalam dewasa ini, budaya malu mungkin sedikit demi sedikit mulai luntur. Tidak malu untuk berbuat hal yang negatif, tidak malu untuk mengumbar aurat, tidak malu mengambil yang bukan hak nya, dan lain-lain….

Dalam lingkungan perumahan mungkin juga budaya malu mulai luntur, salah satunya adalah budaya tidak malu menjemur pakaian di rumah tetangga.

Pengalaman pernah tinggal di perumahan yang bertipe tidak besar, karena mungkin kekecilan akhirnya rumah di renov full bangunan. Tapi akhirnya lupa bahwa ternyata butuh tempat untuk menjemur pakaian setelah dicuci. Naah, jadilah menjemurnya di jalan depan rumah, ato di rumah tetangga yang sedang sepi karena si empunya sedang pada kerja.

Jadi, rumah sendiri di bersih-bersihin, tapi mengotori pemandangan jalan ato rumah tetangga.. 😀

Hayoo sapa yang pernah ngalamin…?

Ato ngelakuin?

LoL

3 tanggapan untuk “Melestarikan Budaya Malu?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s